Showing posts with label SENI MUSIK. Show all posts
Showing posts with label SENI MUSIK. Show all posts

Wednesday, May 3, 2017

TEMPO DALAM MUSIK

Tempo dalam musik adalah ukuran kecepatan dalam birama lagu. Kecepatan dalam suatu birama diukur dengan menggunakan alat yang disebut metronome serta alat yang bernama keyboard. Digital metronome yang terdapat di dalam keyboard ini digunakan untuk mengukur kecepatan dalam birama, misalnya 4/4 atau 3/4 dan 2/4 dan birama- birama lain.

Genre musik memiliki tempo standar seperti lagu pop 64 hingga 80 atau 100 - 120, Untuk lagu mars 140 - 160. Sedangkan untuk country ballad sampai 220. Terdapat empat lampu di dalam keyboard PSR Yamaha sebagai penanda tempo.

Dari tiap lampu akan memberikan hitungan 1,2,3,4 sesuai dengan kecepatan tempo atau contohnya 60 - 120. Sedangkan untuk metronome manula dengan menggunakan stik besi kecil di set dengan angka 140 seperti pada mood Allegretto atau Andantino dan berbunyi "cling-tak-tak-tak."

Dan lain lagu dengan menggunakan metronome digital akan ditandai dengan nyala lampu contohnya nyala lampu  "Besar-kecil-kecil-kecil” dengan menggunakan baterai kotak 9-12 v atau "merah-hijau-hijau-hijau".

Dalam penulisanya tempo terletak disebelah kiri atas partitur atau naskah lagu atau dibawah penulisan nada dasar, yang berfungsi untuk menyatakan kecepatan yang tepat dan sesuai yang dianjurkan oleh komposer dalam menyajikan sebuah karya musik.

Pembagian ketetapan tempo dalam setiap menit antara lain sebagai berikut : 

Tempo ( beat/mnt)
Grave: lambat, berat, tenang dan sopan ( 40-44)
Largo: lambat, lebar, dan luas ( 44-48)
Lento: lambat ( 50-54)
Adagio: lambat, lebih lambat dari andante (54-58)
Larghetto: lambat, lebar, tidak selambat largo (58-63)
Adagietto: lambat, tidak selambat adagio (63-69)
Andante: sedang, langkah santai (69-76)
Andantino: lebih cepat dari andante (76-84)
Maestoso: agung, penuh kemuliaan ( 84-92)
Moderato: sedang, lebih cepat dari andante (92-104)
Allegreto: mirip namun tidak secepat allegro (104-112)
Animato: penuh semangat (116-126)
Allegro: riang, cepat (126-138)
Assai: (Allegro Assai)   sangat; amat; banyak (138-152)
Vivace: hidup, lincah, cepat (152-168)
Vivace quasi presto: sangat vivace (168-176)
Presto: sangat cepat (176-192)
Prestissimo: paling cepat (192-208)

Tanda tempo tersebut ditulis agar komposer dapat menyampaikan kepada para pemain musik mengenai kecepatan lagu yang dimainkan atau yang dinyanyikan melalui karyanya, sehingga pengguna menyesuaikan dengan tempo yang diinginkan agar maksud dari komposer sesuai dengan yang dimaksudkan. Hal tersebut merupakan salah satu ciri dari musik barat dan berbeda dengan rumpun musik timur karena musik barat bersifat deskriptif.

Selain itu, terdapat tanda lain yang digunakan untuk memperlambat tempo dan mempercepat tempo dalam lagu antara lain : Rittardando (rit.), artinya semakin lambat dan Accelerando (accel.), artinya semakin cepat. Sedangkan contoh tempo dapat anda baca pada lagu - lagu atau musik populer.ma lain.

Monday, March 27, 2017

METRONOM DAN TEMPO MUSIK

Tempo berfungsi untuk menyatakan capat lambatnya lagu dimainkan. Tempo pada lagu biasanya ditulis di atas sebelah kiri lagu, baik pada lagu notasi balok maupun notasi angka.

Musik pada dasarnya terdiri atas ketukan-ketukan. Oleh karena itu, kecepatannya dapat diukur. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan lagu atau banyaknya hitungan dalam satu menit disebut metronome maelzel.

Pada awalnya Metronome ditemukan oleh seorang belanda bernama wickel pada tahun 1815 dalam bentuk yang sangat sederhana sekali. setelah itu alat tersebut di sempurnakan oleh seorang bangsa swiss yang bernama maelzel (johan nepomuk maelzel 1770 – 1838 ) . dalam lagu, ukuran metronome di tulis dengan singkatan M.M. di sebelah kiri atas berserta dengan istilah tempo yang ada (M.M. singkatan dari metronome maelzel).

Metronome ialah alat yang dipakai untuk mengukur tempo yaitu alat yang berbentuk piramida dengan petunjuk jarum yang dapat bergerak bolak balik (ke kiri ke kanan ) di muka sebuah skala

Untuk menyetel cepat dan lambatnya yaitu dengan mengeserkan besi yang ada pada jarum ke atas ke bawah. di setel ke atas maka lambatlah gerak jarum itu dan disetel ke bawah cepatlah gerak jarum itu di skala itulah tercantum ukuran ukuran kecepatan yang di perlukan

Misalnya, lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman ditulis dengan tempo M.M. q 96, artinya lagu tersebut harus dinyanyikan dalam kecepatan 96 ketukan dalam waktu satu menit, dengan not seperempat sebagai satuan hitungannya (kerena menggunakan tanda birama 4/4).

Tempo lagu dapat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu: lambat, sedang dan cepat. Berikut istilah-istilah tanda tempo:
· Tanda tempo lambat
- Grave = sangat lambat dan khidmat (40-44 M.M.)
- Largo = lambat dan agung (46-50 M.M.)
- Adagio = sedikit lebih cepat dari Largo (52-54 M.M.)
- Lento = lambat (56-58 M.M.)
· Tanda tempo sedang
- Andante = secepat orang berjalan (72-76 M.M.)
- Andantino = lebih cepat dari Andante (80-84 M.M.)
- Maestoso = agung dan mulia (88-92 M.M.)
- Moderato = sedang (96-104 M.M.)
· Tanda tempo cepat
- Allegretto = agak cepat dan riang (108-116 M.M.)
- Allegro = cepat, hidup dan riang (132-138 M.M.)
- Vivace = hidup dan riang (160-176 M.M.)
- Presto = cepat (184-200 M.M.)

Selain itu, ada tanda-tanda lain yang menunjukkan kecepatan lagu, yaitu:
- Accelerando (accel) = semakin cepat
- Ritardando (rit) = semakin lambat
- Fermata (U) = lamanya diatur oleh penyanyi atau dirigen
-  Staccato ( ) = terputus-putus

Selain istilah utama, kadang seorang pencipta lagu melakukan pengubahan atau penambahan dengan istilah lain dengan akhiran tertentu. Cara yang biasa digunakan seperti berikut :
Penggabungan dua istilah, misalnya Allegro Vivace yang berarti lebih cepat dari Allegro, tetapi kurang dari vivace

Menambah istilah lain. Kata-kata yang digunakan seperti berikut :
Con amore : dengan penuh cinta
Conbrio : dengan hidup
Con fiesta : dengan meriah
Con espressione : dengan penuh perasaan
Con dolore : dengan sedih
Con mastoso : dengan agung
Misalnya dari istilah adagio menjadi adagio con maestoso
Menambah akhiran “etto” yang berarti agak, dan akhiran “issimo” yang berarti sangat. Misalnya jika allegretto yang berarti agak cepat dan allegrissimo yang berarti sangat cepat.
Metronome = Alat untuk mengukur ketepatan tempo